Social Items

Tampilkan postingan dengan label Seduh Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seduh Kopi. Tampilkan semua postingan

Kopi Glitter adalah seduhan kopi Capucino yang ditaburi oleh bubuk berkilau berwarna emas, silver maupun warna-warni lainnya.

Kopi Glitter berasal dari kota Mumbai, India. Kopi ini termasuk model baru dalam penyajian secangkir kopi. Tapi bukanlah racikan kopi yang asing dan terkesan baru.

Kopi Glitter merupakan racikan khas Cappucino yang menggunakan kopi Shot Espresso dengan campuran susu segar yang dipanaskan.

Hanya saja diatas Kopi Glitter terdapat penambahan bubuk berkilau yang unik dan menarik perhatian sehingga terkesan lebih mewah dan elegan.

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Cappucino biasa yang ditaburi bubuk coklat diatasnya dan Kopi Glitter hanya mengganti bubuk coklat tersebut dengan bubuk yang berkilauan dan berwarna-warni. Sehingga Kopi Glitter memberikan warna berbeda dalam sebuah penyajian kopi kekinian.

Cita Rasa Kopi Glitter 

Tidak ada perbedaan rasa ketika seduhan Kopi Glitter ini Anda nikmati. Glitter atau taburan bubuk berkilauan ini tidak mempengaruhi cita rasa kopi dan susu yang sudah dicampur sebelumnya.

Masih tetap pada rasa khas Cappucino seperti biasanya, hanya tampilannya saja yang memang sangat menggoda untuk dicicip dan sangat fotogenik buat di upload ke Instagram.

Taburan bubuk Glitter di atas kopi ini juga tidak mempuyai efek apa-apa, alias aman untuk dikonsumsi. Karena bubuk Glitter tersebut tidak mengandung bahan yang berbahaya dan merupakan sebagai penghias dari bahan yang dapat dikonsumsi.

Trend Kopi Glitter 

Trend penyajian secangkir Kopi Glitter sudah menyebar keberbagai wilayah didunia. Salah satunya adalah di wilyah Melbourne Australia.

Disalah satu kedai kopi disana sudah menyediakan sajian Kopi Glitter untuk bisa dinikmati masyarakat Australia. Cara penyajiannya tetap sama, hanya saja tampilan warna Glitternya yang akan berbeda.

Trend Kopi Glitter akan terus merangkak keseluruh penjuru dunia, karena memang Kopi Glitter merupakan jawaban atas lesunya kreatifitas penyeduhan kopi jaman sekarang.

Cara penyajian kopi yang unik dan menggoda ini tentunya menjadi penanda bahwa dunia kopi tidak pernah habis untuk diulik, tidak akan pernah selesai untuk dipelajari.

Kopi merupakan simbol keabadian minuman idola seluruh penduduk bumi, simbol kreatifitas dalam secangkir minuman yang tidak akan pernah habis-habisnya memberikan sensasi baru dalam menikmati secangkir sajian hangat.

Kopi Glitter Kopi Kekinian Yang Menyesuaikan Jaman

Sepatutnya model sajian Kopi Glitter hadir di tengah-tengah masyarakat modern saat ini. Masyarakat yang sekarang hidupnya sudah sangat berkecukupan yang selalu ingin mendapatkan sesuatu yang bersifat mewah.

Kopi Glitter adalah jawaban untuk masyarakat modern yang tidak hanya sekedar mengkonsumsi kopi saja, namun juga ingin terlihat minuman yang diminum merupakan minuman berkelas yang pantas mereka cicipi.

Kiliauan Glitter diatas kopi adalah identitas kemewahan secangkir kopi berkelas yang sangat cocok untuk dinikmati masyarakat modern saat ini. Warna Glitter emas maupun perak adalah warna-warna mewah yang sangat menggoda bagi siapa saja yang ingin terlihat berkelas.

Karena memang secangkir kopi kini tidak harus selalu rasa yang menjadi prioritas, namun tampilan dan keunikan penyajian merupakan hal yang sangat krusial bagi masyarakat modern saat ini.

Penampilan secangkir kopi akan menjadi sangat penting karena hadirnya media sosial berbasis foto seperti Instagram yang pastinya akan mereka gunakan untuk mendapatkan foto secangkir kopi yang unik dan menarik.

Kopi Glitter yang blink-blink salah satu penampilan menarik untuk bisa diambil gambarnya yang kemudian setiap orang akan beramai-ramai mengambil foto dan kemudian dimasukkan kedalam akun Instagramnya masing-masing.

Kopi Glitter, memang kopi mewah yang menawan.

Kopi Glitter. Secangkir Cappucino Bertabur Kilauan Emas


Ini merupakan pengalaman pribadi ketika pertama kali mengenal metode-metode seduh kopi. Hal yang pertama saya inginkan ketika itu ingin sekali segera memiliki beberapa peralatan kopi.

Tidak hanya menginginkan semua alat metode seduh yang ada, saya juga sepertinya sudah terjebak dengan brand peralatan-peralatan kopi ternama karena keseringan membaca informasi tentang kopi yang ternyata terselubung iklan untuk sebuah alat kopi.

Sudah rahasia umum jika sebuah brand sudah terkenal, maka harganya pun akan selangit. Tapi karena memang brand tersebut sudah sangat melekat di benak konsumen, maka harga berapapun sepertinya akan pantas-pantas saja untuk dibayar.

Padahal tidak seperti itu, terutama di dalam dunia kopi, peralatan sederhana nan terjangkau pun bisa dipastikan Anda tetap akan bisa menyajikan secangkir kopi.

Khususnya untuk newbie seperti saya, cobalah untuk membeli peralatan kopi yang sederhana dan murah terlebih dahulu yang sesuai kebutuhan.

Maksudnya sesuai kebutuhan yaitu fokuskan dulu 1 metode seduh kopi. Kemudian beli alat kopinya yang paling murah terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan metode-metode lain yang alat kopinya pun akan menyusul satu-persatu.

Untuk sementara jangan terjebak terlebih dulu dengan brand, bagi newbie yang penting itu mengenal metode kopi dan cara menyeduh kopi. Nama brand pada alat kopi tidak berpengaruh pada rasa kopi itu sendiri.

Beli Alat Kopi yang di jual sepaket


Ini hanyalah tips bagi kamu yang ingin menyeduh suatu metode seduh kopi di rumah. Cobalah jadi pinter dalam belanja alat kopi. Carilah alat kopi yang dijual secara paket bersama alat-alat lainnya yang masih sejalur.

Misalnya beli alat kopi MOKA POT, maka carilah yang satu paket dengan MILK JUG atau FRENCH PRESS. Alat MILK JUG dan FRENCH PRESS nantinya berfungsi sebagai pengocok susu untuk kemudian di racik bersama kopi dari MOKA POT menjadi CAPPUCINO maupun LATTE.

Tapi biasanya paketan seperti itu hanya bisa di dapatkan secara online. Jika kamu terbiasa berbelanja online, maka memilih barang dengan cara seperti itu merupakan salah satu langkah cerdas berbelanja online.

Jika tidak ada paketan seperti itu, maka kamu bisa belanja alat kopi dari satu toko online saja. Misalnya dari TOKOPEDIA dari salah satu akun si A misalnya, jika ingin membeli lebih dari 1 alat kopi, maka belilah hanya dari akun si A tersebut sekaligus.

Jangan membeli dari banyak akun untuk setiap barang berbeda, karena itu akan boros di ongkos kirim. Hematlah berbelanja alat kopi online dengan hanya satu ka harga ongkos kirim saja.

Gunakan SDA (Sumber Daya Alam) Yang Ada


Maksudnya gunakan peralatan yang ada saja di rumah. Misalnya untuk cangkir, kamu gak harus membeli cangkir kramik berwarna putih polos yang satunya berharga 60 ribu. Asal kamu tahu saja, di pasar, cangkir satu set berisi 12 pcs hanya di jual sekitar 30 ribu saja.

Cukup gunakan gelas yang ada di dapur, gelas blimbing, cangkir jadul, sendok teh, sendok makan yang ada di rak dapur.

Untuk teko juga gak harus langsung beli yang berharga mahal. Gunakan teko kecil dirumah yang berwarna emas, teko alumunium berwarna putih.

Wadah-wadah, jangan keburu memburu wadah-wadah antik untuk gula dan kopi. Carilah toples maupun wadah plastik yang ada tutupnya di rumah, pakai itu untuk menampung gula dan kopi pribadimu.

Kompor kopi yang memang paling menyakitkan ketika mengetahui harganya. Gas Burner khusus kopi untuk menyeduh metode Moka Pot memang sangat di butuhkan.

Namun melihat harga yang setinggi itu untuk sekedar kompor kecil rasanya dompet tidak mau di buka. Harga segitu sangat menyakitkan dompet bung...

Tapi tenang, ternyata hal tersebut bisa kita atasi dengan membeli kompor outdoor yang biasa untuk camping dengan harga-harga terjangkau (lihat video solusi gas burner kopi murah).

Jika kebutuhannya hanya api dengan tatakan kecil, kompor outdoor itu sudah sangat bisa untuk dipakai dalam meracik minuman kopi. Karena bukan bentuk yang dicari, tapi panas apilah yang terpenting.

Belajar dan terus belajar MENYEDUH KOPI NIKMAT untuk pribadi


Bukan suatu aib ketika ada seseorang yang ingin belajar secara otodidak dengan menggunakan alat kopi seadanya.

Untuk sekedar mahir membuat kopi yang akan di nikmati sendiri, cobalah trial-error sendiri di rumah saja. Gak harus bertitel S.pki (Sarjana Pendidikan Kopi) dengan ijasah berstempel “cumloude”.

Jika ingin menguasai penyajian kopi bukan berarti harus dan wajib bersertifikat dari sekolah-sekolah kopi kan..?

Dan kebutuhan akan alat penyeduhan kopi nantinya akan di ketahui secara perlahan. Tapi bagi seorang newbie jangan terlalu bersemangat ingin membeli semua peralatan kopi yang ada layaknya mau membuka kedai kopi di kamar tidur.

Terutama untuk mesin espresso, tolong jangan di pikirin dulu, itu hanya pantas di tempatkan di dalam cafe. Kuasai seduhan kopi manual terlebih dahulu yang harga alat-alatnya masih bisa di cerna otak.

Bisa karena Terbiasa


Ini ilmu katon (kelihatan) yang bisa di praktekkan langsung hanya dengan melihat. Dan untuk cita rasa nantinya akan di dapatkan dari seberapa sering kamu menyeduh kopi dalam sehari. Dan seberapa detail kamu memperhatikan rasanya.

Cari dan temukan cita rasa pribadimu, tidak ada patokan dalam hal rasa, karena lidah orang berbeda-beda. Tapi yakinlah akan cita rasa yang kamu miliki itu memang pantas untuk dinikmati semua orang.

Syaratnya dengan terus mengulik cita rasa di dalam kopi itu sendiri, terus bereksplorasi dengan berbagai sentuhan, metode, campuran, teknik dan komposisi.

Maka mudah-mudahan Tuhan menuntunmu menemukan jalan yang benar dalam menyajikan secangkir kopi nikmat.

Tips Pemula Brewing Kopi Dengan Alat


Kopi Vietnam merupakan salah satu suguhan menu minuman yang sudah banyak di tawarkan oleh banyak Kedai Kopi di Indonesia. Minuman kopi khas negara Vietnam ini memang memiliki keunikan tersendiri dengan suguhan penyajian menggunakan alat penyaring berbahan stainless.

Alat seduh kopi Vietnam ini biasa di sebut “Vietnam Drip” karena memang cara penggunaannya dengan cara menitikkan air panas (Drip=menitikkan) kedalam gelas secara perlahan-lahan dari alat Vietnam Drip.

Kebiasaan penyajian orang Vietnam sendiri ketika menyeduh kopi menggunakan alat Vietnam Drip yaitu dengan menambahkan susu kental manis kedalam gelas yang kemudian alat Vietnam Drip ini akan di tempatkan diatas gelas tersebut.

Kopi yang digunakan adalah kopi Robusta, tidak perlu menggunakan kopi Arabika yang mahal karena metode ini sebenarnya adalah metode untuk meracik secangkir kopi susu.


Komponen Alat Vietnam Drip

Alat seduh Vietnam Drip termasuk alat seduh manual yang terbuat dari stainless dan terdiri dari beberapa bagian. Secara umum ada 4 bagian sesuai dengan model klasik yang pertama ada.

1. Bagian Bawah (Filter Kopi)


Bagian paling bawah adalah filter kopi berbentuk piringan, juga berfungsi sebagai tatakkan yang akan di tempatkan pada bibir gelas.

2. Bagian Utama (Wadah Kopi & Air)


Naik keatas ada bagian paling besar berbentuk gelas sebagai penampung bubuk kopi dan air panas yang akan di alirkan kebawah. Bagian bawahnya juga berbentuk filter untuk menyaring kopi.

3. Bagian Tengah (Filter Air)



Diatasnya lagi akan ada satu bagian yang juga termasuk penting. Filter bagian tengah yang bisa dimasukkan kedalam bagian bebentuk gelas tadi yang berfungsi sebagai filter terhadap air dan juga sebagai tekanan terhadap aliran air.

Bagian Atas (Penutup)



Bagian paling atas adalah penutup alat Vietnam Drip ini. Agar suhu tetap stabil ketika proses penyeduhan maka gunakanlah tutup ini.

Dari kesemua bagian alat seduh Vietnam Drip tersebut hanya 1 yang akan selamat dari sisa ampas kopi, yaitu bagian tutup dan yang lainnya bisa dipastikan akan selalu kotor setelah pemakaian.

Maka dipastikan Anda akan rajin dalam mencuci alat Vietnam Drip ini. Dan memang seharusnya Anda segera mencuci alat Vietnam Drip ini agar sisa residu kopi tidak membekas.

Cucilah alat kopi Vietnam Drip ini dibawah air mengalir dari keran dan jangan sekali-kali menggunakan sabun ketika mencuci alat kopi seperti ini. Jangan biarkan bau sabun merusak rasa kopi ketika akan di gunakan untuk menyeduh kopi lagi.

Ukuran & Harga Alat Seduh Kopi Vietnam Drip

Untuk harga memang tergantung dari ukuran alat Vietnam Drip itu sendiri. Karena memang ada 5 maca ukuran alat Vietnam Drip yang ada di pasaran.

Ukuran Vietnam Drip ditentukan dari seberapa banyak alat kopi ini menampung jumlah air didalamnya dengan menggunakan satuan oz. Berikut macam-macam ukurannya:

Ukuran 6 oz dapat menampung 177 ml air.
Ukuran 7 oz dapat menampung 200 ml air.
Ukuran 8 oz dapat menampung 240 ml air.
Ukuran 9 oz dapat menampung 280 ml air.
Ukuran 10 oz dapat menampung 300 ml air.

Untuk harga alat Vietnam Drip dipasaran sekitar 50 ribu untuk ukuran 6 oz. Tapi itu juga tergantung dari merek. Merek yang terjangkau adalah merek Vietnam Drip LC1 dan merek eksklusifnya adalah EDELMAN.


Cara Brewing (Seduh) Vietnam Drip

Menyeduh kopi dengan alat Vietnam Drip tergolong mudah, hanya tinggal memasukkan susu kedalam gelas berukuran pas, kopi bubuk dan air panas kedalam alat Vietnam Drip ini.

Namun tetap harus diperhatikan komposisi susu, kopi dan air yang akan diracik. Karena untuk menciptakan kopi susu yang nikmat haruslah dengan takaran yang pas. Setuju?

Berikut 4 langkah mudah dalam menciptakan seduhan kopi susu ala Vietnam:

  1. Gunakan gelas bervolume total 200 ml. Gelas rumahan berbentuk blimbing adalah gelas berukuran 200 ml jika diisi penuh hinga bibir gelas.
  2. Masukkan susu kental manis seberat 40 gram kedalam gelas. Gunakan saja susu sachet Frisian Flag yang sudah pas jumlahnya.
  3. Letakkan alat Vietnam Drip bagian paling bawah diatas gelas disusul dengan alat utama yang berukuran besar penampung kopi dan air.
  4. Masukkan kopi 

Untuk lebih detailnya lihat saja video yang sudah saya buat di Youtube. [Tonton Video]

Cara Membuat Kopi Vietnam dengan Vietnam Drip


Jika selama ini kita selalu memperdebatkan hal tentang cara menikmati kopi yang benar itu seperti apa. Maka inilah jawaban versi pribadi sebagai penyikapan tentang cara menikmati kopi yang benar.

Ada yang beranggapan bahwa menikmati kopi dengan gula bukanlah penikmat kopi sesungguhnya. Yang namanya menikmati kopi harus benar-benar kopi murni tanpa campuran apapun.

Pemikiran ekstrim yang membuat saya berpikiran ekstrim pula. Jika memang harus seperti itu, kenapa tidak sekalian saj menikamati kopi dengan cara menggilingnya langsung di mulut, alias makan saja tuh biji-biji kopinya yang baru di roasting, gak perlu di grinder biar sekalian total menikmati kopinya, dasar.

Seharusnya hal seperti ini tidak boleh ditempatkan pada atmosfir perdebatan dalam mencari kebenaran diantara keduanya. "Ini soal selera bung" dimana setiap orang sudah diciptakan berbeda-beda baik rupa, karakter, kepribadian dan juga lidahnya masing-masing.

Tidak boleh ada seorangpun yang boleh menghakimi bahwa menikmati secangkir kopi harus begini-begitu-begiti, memaksa orang lain untuk menyetujuinya dan menghardik orang lain yang tidak satu selera, itu merupakan hal terburuk dalam menyikapi kenikmatan kopi.

Baik kopi murni tanpa gula maupun kopi dengan tambahan gula, kata "KOPI" adalah idiomnya, brandingnya, imagenya yang melekat pada secangkir cairam hitam itu.

Walau sebenarnya filosofi gula akan jadi lebih indah jika diungkap.

Jika kopi kurang manis, kita mengumpat "GULAnya kurang". (Gula disalahkan)
Jika kopi terlau manis, kita mengumpat "kebanyakan GULA". (Gula disalahkan)

Tapi jika kopi ditambah gula dengan takaran yang pas dan mampu menimbulkan rasa nikmat maka kita berucap: "KOPI nya enak" (Hanya Kopi yang dipuji)

Gula adalah kebaikan untuk suatu kenikmatan kopi dilidah tiap orang pada umumnya. Tapi cukuplah gula sebagai pahlawan yang terlupakan.

Jangan lagi menambah derita gula yang kini biasa dianggap suatu kesesatan dalam menikmati secangkir kopi.
Menyikapi secangkir kopi harus menggunakan dada yang lapang dan tidak berpikiran sempit, terbukalah dengan berbagai kemungkinan rasa kopi-kopi terbaik.
Begitu juga sebaliknya, kopi nikmat tidak harus selalu bersanding dengan gula. Kopi itu mempunyai 1001 karakter yang belum banyak kita ketahui. Belajarlah menikmati kopi murni tanpa gula dan rasakan sensasi berbeda yang menyegarkan.

Jangan langsung berkomentar "Ah" apalagi "Ih", resapi dulu cita rasanya dan ingatlah "inilah rasa kopi sebenarnya" yang tercipta setelah melewati proses panjang.

Biasakan meleburkan diri pada kopi, bukan sebaliknya kopi yang harus mengikuti kemauan pribadi yang selalu egois dan tidak masuk akal sehingga merusak cita rasa alami biji-bijian dari alam. Dan seperti itulah manusia yang sukanya merusak alamiah sesuatu.

Pada akhirnya orang yang tidak mampu menerima perbedaan adalah orang yang mempunyai ego tinggi dan biasanya pembenci.

Dua sifat itu bukanlah bawaan lahiriyah, itu adalah penyakit hati yang masih bisa disembuhkan layaknya penyakit fisik lainnya. Segera carilah obat untuk menyembuhkannya.

Sikapilah kopi dengan bijak, hormati penikmat kopi lainnya yang memang sesuai dengan seleranya masing-masing. Atas nama kopilah kebersamaan akan tetap terjaga.

Karena kopi bukan sekedar dinikmati, tapi juga mengandung pemikiran mendalam tentang alam dan kebesaran Tuhan.

Jadilah penikmat kopi sesungguhnya dengan tidak selalu mentolelir racikan kopi yang lainnya. Karena kopi tidak harus sepahit rasanya, yang terpenting adalah kopi itu sendiri yang tidak akan pernah tersamarkan oleh apapun juga.

Pada akhirnya hanyalah kopi yang akan selalu berdiri tegak mengikuti hukum alam, kenikmatannya akan tetap ada hingga alam ini enggan untuk menumbuhkan tanamannya lagi.

-Ngopi dulu Bung-

Cara Menikmati Kopi Dengan atau Tanpa Gula?


Perbandingan kopi dan air terbaik ini memiliki beberapa alasan yang logis. Tidak hanya berbicara masalah rasa, rasio 8/120 merupakan solusi yang menurut saya bisa dipakai dalam dunia bisnis penyajian secangkir kopi.
Kopi nikmat memang tidak tergantung pada keharusan mengacu pada salah satu rasio saja. Jika takarannya pas, berapa pun jumlah rasio yang digunakan, maka terciptalah kopi nikmat.
Tapi jika dalam penyajiannya kita harus menggunakan standart operational procedure, maka rasio ini bisa di jadikan acuan pertama membuat kopi nikmat dalam cangkir-cangkir yang sudah ada.

Yang tidak hanya nikmat, tapi juga dengan mudah mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan secangkir kopi yang sesuai dengan pengeluaran biaya yang seharusnya.

8/120 Sangat Mendukung Semua Komponen Wadah

Diantara banyaknya ukuran wadah untuk pembuatan secangkir kopi, rasio 8/120 adalah rasio terbaik untuk mendukung wadah-wadah yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Komponen wadah yang sudah beredar dipasaran kebanyakan yang dipakai adalah untuk ukuran rasio ini. Sangat pas dan cocok di pakai untuk beberapa komponen-komponen pendukung dibawah ini :

1. Mendukung Sendok Ukur (Measuring Cup)


Measuring Cup atau bahasa sumpah pemudanya adalah Sendok Ukur merupakan komponen penting dalam mengenal pembuatan secangkir kopi.

Maksud Cup disini adalah untuk gelas/ cangkir standar yang akan dipakai dengan desain yang sudah mempunyai ukuran paten. Beberapa measuring cup yang relevan untuk ukuran penyajian kopi adalah sebagai berikut:

1 Cup berisi 250 ml air
1/2 Cup berisi 120 ml air
1/3 Cup berisi 80 ml air
1/4 Cup berisi 60 ml air

Ukuran-ukuran diatas berfungsi untuk menampung sejumlah mililiter air yang akan dipakai untuk menyeduh kopi. Masih ada beberapa ukuran yang lebih kecil lagi, tapi 4 ukuran diataslah yang biasa dipakai dalam urusan seduh kopi.

1 Cup disini berbeda dengan 1 Cup yang biasa jadi takaran kopi Espresso. 

1 Cup dengan menggunakan alat pengukur diatas akan mempunyai sejumlah volume air 250 mililiter atau biasa disingkat (ml). Sedangkan untuk 1 Cup Espresso hanya berisi 30 ml.

Jika di konversi ke dalam gram, 1 Cup memiliki berat 245 gram menurut percobaan yang pernah saya lakukan.

Maka rasio dengan menambahkan ukuran berat 120 gram air dapat ditampung oleh alat pengukur dengan ukuran 1/2 Cup yang akan memiliki volume sejumlah 125 ml air.

Ini sangat sesuai mengingat 1 Cup berisi 250 ml yang memiliki berat 245 gram.


2. Mendukung Sendok Ukur Kopi

Ada sebuah alat yang terbuat dari bahan plastik yang bisa kita dapatkan gratis ketika membeli salah satu alat penyeduhan kopi.

Biasanya untuk seduh pour over akan mendapatkan alat seperti karena sudha termasuk paket didalamnya.

Sendok ukur kopi ini didesain pas untuk dapat menampung berat kopi seberat 8 gram (dalam bentuk bubuk). Dan hanya akan menyisakan sedikit ruang saja ketika dalam bentuk biji.

Dengan sendok ukur kopi seperti ini maka sudah sangat cukup dan sangat mendukung untuk mengukur komposisi pas bubuk kopi. Tidak perlu tambahan alat lain lagi seperti timbangan digital misalnya.

3. Mendukung Ukuran Gelas Cangkir

Gelas/ cangkir yang mendukung rasio ini adalah gelas dengan ukuran sedang yang dapat menampung 150 ml air jika diisi penuh. Sehingga ini sangat cocok jika kita hanya akan menambahkan 120 gram air kedalamnya.

Berbeda dengan ukuran kakaknya yang lebih besar yang dapat menampung hingga 200 ml air dengan posisi penuh. Jika rasio ini digunakan pada gelas ini maka akan terlihat ruang yang cukup besar, sehingga penyajian secangkir kopi tidak terlihat presisi.

Memudahkan Kelipatan Penyajian

Rasio ini juga berlaku untuk kelipatannya. Dimulai dari angka 8 dan 120 maka :

16 dan 240
32 dan 480
64 dan 960

Diatas adalah angka-angka yang cocok dalam penyajian-penyajian kopi dalam wadah sebesar apapun.

Atau bisa juga lebih kecil dari rasio ini. 4/60 dan 2/30 adalah angka yang biasa kita temukan dalam penyajian espresso. 1 Shoot dan Double Shoot.

Jika berpatokan terhadap rasio ini, maka akan sangat mudah dan logis jika semua dihubung-hubungkan.

Misalnya saja saya akan menyajikan kopi dengan ukuran 1 cup yang memiliki jumlah volume air 250 ml, maka disini saya akan menggunakan jumlah kopi sebanyak 16 gram dan air 240 gram, kelipatan 2 dari rasio 8/120 (240 gram air = 245 ml air) 

Itulah kenapa ukuran-ukuran gelas untuk 1 Cup kebanyakan berukuran 260 ml. Karena itu untuk dapat menampung rasio yang dapat menyisakan sedikit ruang agar tidak mudah tumpat karena terlalu pas dengan bibir gelas.

Dan juga untuk toleransi angka jika terjadi kelebihan dari rasio yang sebenarnya. Atau sebagai ruang lebih jika nantinya tidak hanya kopi yang saja yang masuk dalam gelas.

Seduh Kopi Terbaik Rasio 8/120


Cara membuat kopi dengan menambahkan gula sudah umum dilakukan di Indonesia, walau kini kopi sudah mulai lebih dihargai dengan cara meminumnya tanpa tambahan apapun.


Karena sebenarnya kopi sudah mempunyai cita rasa sendiri masing-masing untuk setiap kopi yang ditanam di daerah berbeda.
Kopi tanpa gula merupakan cara terbaik untuk mengetahui sejauh mana kopi itu berkualitas. Namun kopi dengan gula adalah cara lain menikmati kopi bagi yang masih awam dalam mengenal kopi. Atau mungkin ini hanya masalah selera masing-masing.

Untuk belajar mengenal rasa kopi, penambahan gula memang akan merusak rasa asli dari kopi itu sendiri, dan bagi yang belum terbiasa meminum kopi tanpa gula selalu saja muncul perkataan yang men-general-kan bahwa “Kopi itu Pahit”.

Tapi ra po po, saya akan menambahkan gula untuk membuat kopi yang lebih mudah diterima lidah. Karena toh kopilah yang abadi, mau ditambahkan gula sebanyak apapun, secangkir minuman hitam itu pasti disebutnya adalah “Kopi”, bukan “Kopi Gula”.

Penambahan Gula Yang Pas

Saya tidak sedang membicarakan kopi yang sudah dibungkus rapih dengan plastik berlogo yang sudah ada kopi dan gula didalamnya. Walau tidak menampik bahwa rasa kopinya memang sudah enak sesuai taglinenya dulu sewaktu masih ngiklan di tv “Jelas Lebih Enak”.

Tapi itu terlalu instan untuk saya yang mau belajar serius tentang rasio kopi dan gula yang “Sangat Jelas Jelas Lebih Enak” ini.


Mengacu pada gelas dan ukuran Measuring Cup standar yang dipakai. Maka kita akan mendapatkan ukuran air sebanyak 120 gram untuk menyajikan kopi dalam satu cangkir standar. Cangkir/ gelas yang dipakai bisa berbentuk gelas blimbing yang biasa ada di rumah.

Dan untuk mengawali perhitungan kita akan memakai bubuk kopi sebanyak 8 gram kopi.

8 gram adalah acuan umum para penikmat kopi dalam mengkonsumsi secangkir kopi hitam dalam satu gelas standar bervolume 125 ml atau 120 gram air jika di konversi.

Ini hanyalah acuan standar, kita bisa menambah atau mengurangi jumlah kopi tersebut. Untuk sementara kita akan sepakati jumlah 8 gram kopi disini.

Selanjutnya saya akan mencoba mencari "Berapa jumlah GULA" yang tepat untuk kopi yang ingin terasa manis dan lebih nikmat?

Kebutuhan:
Air = 120 ml (sesuai ukuran cangkir dan measuring cup)
Kopi = 8 gram (acuan awal standar kopi)

Rumus:
(Air dibagi Kopi = Nilai gram Gula )
120 dibagi = 15 gram gula

Sehingga saya akan menemukan angka 15 gram GULA yang akan ditambahkan pada secangkir kopi yang berisi 8 gram kopi dan 120 gram air.

Gula Pada Kopi Tubruk

Metode yang cocok untuk penambahan gula pada secangkir kopi adalah metode tubruk. Walau tidak menutup kemungkinan metode lainnya juga sah-sah saja untuk menambahkan gula didalamnya. Ini masalah selera bung.

Saya akan mencoba hal yang sudah lumrah dilakukan oleh orang Indonesia dalam menikmati secangkir kopi plus gula dengan menubrukkan semua komponennya didalam satu gelas.

Dibawah ini adalah langkah yang sudah saya jalankan sendiri, mungkin bisa di jadikan referensi bagi yang ingin mencobanya. Saya menggunakan kopi jenis Arabika dari Toraja Sapan dengan berbentuk biji yang di sangrai hitam (Dark Roast).

Peralatan :
- Kopi Bubuk 8 gram
- Gula Pasir 15 gram
- Timbangan Digital
- Air panas 120 gram (96 derajat C)

Penyeduhan :
- Masukkan bubuk kopi yang baru digiling seberat 8 gram kedalam gelas
- Masukkan juga gula seberat 15 gram kedalam gelas
- Aduk-aduk kopi dan gula yang berada dalam gelas hingga merata
- Tempatkan gelas berisi kopi dan gula diatas timbangan digital
- Atur kedalam posisi 0 dengan menekan tombol TARE
- Siapkan air panas yang baru mendidih, kemudian diamkan selama 15 detik
- Masukkan air secara perlahan hingga kopi dan gula sedikit terendam
- Diamkan sebentar kira-kira 5 detik untuk proses pelepasan udara yang terjebak dalam kopi dan gula
- Tuang kembali air panas hingga berada pada angka 120 gram pada timbangan digital
- Tutup gelas untuk proses ekstraksi kopi
- Diamkan selama 5-10 menit
- Nikmati kopi nikmat yang pas di lidah

Hasil Akhir

Rasanya pas bung, tidak ada yang perlu dikorbankan dalam hal ini, sangat dapat  diterima oleh semua lidah. Bodinya empuk, kenyel-kenyel, masih cukup terasa rasa kopi bawaannya bagi lidah yang sudah sensitif dan terbiasa dengan karakter kopi yang digunakan.

Semuanya terkalkulasi dengan tepat, ketika air yang digunakan adalah 120 gram dan kopi adalah 8 gram, maka sisa ruang dalam gelas antara air dan kopi berjumlah 15 gram, maka sebanyak itulah gula yang harus ditambahkan.

Perbandingan

1:1 (8 gram kopi : 8 gram gula)

Tapi akan berbeda kesenangannya jika saya menggunakan rasio kopi dan gula 1:1. Dan ini merupakan hal menakjubkan untuk mengetahui sensasi rasa yang PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Karena ketika pertama kali di uyup sensasi pertama yang ditawarkan adalah manis, ini manis. Tapi kemudian setelah sudah agak masuk ke belakang lidah, karakter aslinya akan mulai muncul.

Kemudian setelah kopi tertelan, lidah akan akan terasa sedikit meringis dan akan berucap “Ih kok jadi agak pahit”. Dan jebakan rasio 1:1 ini berhasil, saya sangat kagum dengan ini, secangkir kopi yang dapat memberikan rasa PHP terhadap lidah. Menakjubkan.

Tapi semua kembali pada selera masing-masing, menurut saya 15 gram gula pada rasio 8 gram kopi / 120 gram air adalah hal baik untuk dijadikan konsumsi kopi harian. Karena takaran seperti itulah yang sudah lumrah bagi masyarakat Indonesia.

Tapi takaran 1:1 adalah toleransi bagi pecinta kopi yang ingin menikmati kopi lebih menyenangkan. Malah sebaiknya gunakanlah 1:1/2 (8 gram kopi : 4 gram gula) agar cita rasa kopi tetap terasa, itu lebih baik.

Takaran Pas Kopi dan Gula Dalam 1 Gelas


Jika selama ini kita sebagai penghasil kopi terbesar ke-2 di dunia hanya disuguhkan kopi kemasan yang ternyata sama sekali tidak berkualitas, ada baiknya kamu membaca artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui syarat-syarat dalam membuat kopi enak sebenarnya.

Tidak hanya sekedar jadi penikmat kopi dari korban iklan televisi, kita seharusnya mempelajari dan mengetahui rasa-rasa sebenarnya kopi-kopi Nusantara.

Karena kini semakin hari, semakin banyak artisan kopi bermunculan dan membuat rasa penasaran publik terhadap kopi kian meningkat.

Khalayak pun kini memiliki banyak pilihan untuk menikmati kopi sekaligus semakin cerdas dalam mendalami karakter dan cita rasa minuman yang pertama kali ditemukan di jazirah Arab itu.

Tidak jarang hal tersebut membuat orang-orang berani bereksperimen meracik sendiri kopi di rumah demi mendapatkan cita rasa kopi yang sesuai dengan keinginannya.

Jika Kamu termasuk salah satu di antaranya, maka dibawah ada lima tips ketika ingin membuat kopi nikmat ala barista di cafe-cafe. Dan ini termasuk syarat wajib yang harus di penuhi oleh seorang barista profesional maupun rumah seperti saya.


1. Pilih biji kopi, bukan bubuk kopi


Kopi bubuk yang banyak dijual di pasaran sejatinya tidak memiliki karakteristik dan cita rasa kopi yang unik. Bahkan, bubuk kopi bisa menyerap aroma disekitarnya, sehingga jika terlalu lama disimpan, maka kualitasnya akan menurun.

Sebaiknya membeli biji kopi langsung di kedai-kedai kopi, lalu mintalah barista untuk menyangrainya agar kualitas, baik aroma dan cita rasanya, konsisten saat digiling dan diseduh di rumah.

Namun, harap diperhatikan untuk tidak menyimpan biji kopi lebih dari dua bulan jika ingin mendapatkan kualitas terbaik ketika menyesapnya.


2. Memiliki grinder kualitas terbaik


Setelah mendapatkan biji kopi terbaik, maka Kamu membutuhkan grinder (alat giling) berkualitas. Sangat disarankan untuk menggunakan grinder khusus kopi, namun jika dirasa masih mahal, kamu dapat memanfaatkan grinder yang terdapat pada satu paket dengan blender, meskipun kualitas gilingnya tidak begitu halus.

Khusus untuk grinder yang berada satu paket dengan blender, pastikan bersih dan tidak berbau guna mendapatkan cita rasa tebaik dari kopi yang Kamu konsumsi.


3. Beli timbangan digital

Mungkin terdengar seperti buang-buang uang saja, namun percayalah, timbangan digital mampu membuat momen kopi pagi Kamu semakin berkualitas. Tentu Kamu tahu bahwa barista selalu mengukur dengan tepat takaran kopi dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam menyajikan secangkir kopi nikmat, dan oleh karena itu Kamu perlu melakukan hal serupa di rumah.

Timbangan digital memiliki presisi tinggi sehingga komposisi terbaik secangkir kopi dapat Kamu peroleh dengan mudah.


4. Perhatikan suhu air panas untuk menyeduh kopi


Suhu air paling ideal untuk menyeduh kopi adalah antara 90 hingga 96 derajat celcius. Pada suhu ini, kopi akan terekstrak secara optimal. Suhu yang lebih dingin akan menyebabkan rasa kopi terasa datar. Kopi yang diseduh pada suhu yang terlalu panas juga akan menghilangkan kualitas rasa dari kopi tersebut.


5. Utamakan memilih cangkir kopi berwarna putih
Sebenarnya tidak ada kriteria khusus tentang cangkir seperti apa yang harus digunakan ketika menikmati kopi.

Namun, telah cukup banyak penelitian yang menyebut bahwa cangkir berwarna dapat bantu keluarkan rasa pahit terbaik kopi. Percaya tidak percaya, mungkin Kamu dapat mencobanya sendiri di rumah.

Dan jika Kamu tidak punya alat dan tidak ada waktu untuk semua itu, cobalah mampir ke kedai kopi terdekat untuk mempelajari dan merasakan sensasi kopi-kopi biji segar yang baru digiling.

Selamet Ngupi!

Syarat Wajib Membuat Kopi Ala Barista Di Rumah